Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Agama Katolik di Tengah Dinamika Dunia Modern

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Yan Klau
Oleh: Ignasia Laurensa Seran Klau / 17125231 Program Studi Pendidikan Musik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang — 2025/ istimewa

St. Yohanes Paulus II menggambarkan iman dan akal budi sebagai “dua sayap” yang mengangkat manusia menuju kebenaran. Di era ketika agama sering dianggap irasional, pandangan Gereja menunjukkan bahwa iman dapat bersanding harmonis dengan ilmu pengetahuan. Iman memberikan arah; sains membantu memahami karya ciptaan.

Sakramen sebagai Wajah Konkret Kehadiran Tuhan

Dalam hidup umat Katolik, sakramen menjadi titik perjumpaan nyata dengan Tuhan. Melalui Ekaristi, umat percaya menerima Tubuh dan Darah Kristus sebagai sumber kekuatan rohani; melalui baptisan, seseorang memasuki kehidupan baru dalam iman. Kehadiran sakramen menjadikan iman Katolik bukan hanya konsep, melainkan pengalaman konkret dalam keseharian.

Di tengah dunia yang kadang terjebak pada hal-hal instan dan dangkal, tradisi sakramental mengingatkan bahwa ada dimensi terdalam kehidupan yang tidak dapat diukur oleh materi atau teknologi.

Baca Juga :  Polres Malaka Bertindak Profesional, Tidak Ditahannya Ketua DPRD Sesuai KUHAP

Menjadi Garam dan Terang di Tengah Dunia Modern

Gereja Katolik menghadapi tantangan besar di era globalisasi: sekularisme, relativisme moral, materialisme, hingga krisis kepercayaan akibat berbagai skandal. Namun, gereja berupaya merespons secara konstruktif.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung