Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  
Topik : 

DPRD NTT Agus Nahak: Sepak Bola Malaka Bukan Mi Instan, Prestasi Lahir dari Proses Pembinaan

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Yan Klau

Menurutnya, SSB bukan sekadar tempat anak-anak belajar menendang bola. Di sana mereka dibentuk menjadi pemain yang memiliki teknik, disiplin, kerja sama, sportivitas, dan karakter yang kuat.

“Kalau fondasinya dibangun sejak usia dini, maka ketika mereka masuk level senior, mereka sudah memahami filosofi permainan sepak bola modern. Dari situlah akan lahir pemain-pemain yang mampu memperkuat klub profesional, tim Provinsi NTT, bahkan berpeluang tampil di kompetisi nasional,” ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa turnamen kelompok umur, seperti Piala Soeratin, bukanlah tujuan akhir pembinaan.

Kompetisi tersebut merupakan ruang belajar bagi pemain muda untuk menguji hasil latihan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dalam mengukur perkembangan setiap pemain.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan gelar juara sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pembinaan.

Baca Juga :  Dilepas Kapolres dengan Doa dan Motivasi Juara, PS Malaka U-13 dan U-15 Siap Harumkan Nama Daerah di Soeratin Cup 2026

“Bila masyarakat hanya menargetkan juara di setiap turnamen usia dini, itu cara pandang yang keliru. Sepak bola usia dini adalah proses pendidikan. Hasil memang penting, tetapi bukan tujuan utama. Kalau maunya langsung berhasil, itu seperti mi instan—beli, masak, lalu langsung dimakan. Dalam sepak bola, tidak ada prestasi besar yang lahir tanpa proses,” tegasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung