Tidak hanya di Amarasi Barat, Asten juga menyebutkan sejumlah desa lain yang mengalami persoalan serupa, di antaranya:
- Desa Nonbaun dan Desa Passi di Kecamatan Fatuleu Tengah
- Desa Oemolo di Kecamatan Amabi Oefeto Timur
- Desa Ekateta di Kecamatan Fatuleu
- Beberapa desa lainnya di pelosok Kabupaten Kupang
“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Provinsi NTT, bahkan pemerintah pusat. Jalan adalah urat nadi ekonomi dan pelayanan publik. Jika tidak dibenahi, maka penderitaan warga akan terus berlanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asten juga mengkritik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang yang dianggap pasif dalam menyuarakan kepentingan rakyat.
“DPRD jangan hanya diam, seolah lidahnya sudah dipotong. Suarakan aspirasi masyarakat kecil yang selama ini terabaikan,” tegasnya.
Asten menutup pernyataannya dengan imbauan kepada Bupati Kupang agar tidak menghabiskan anggaran untuk seremonial yang tidak berdampak langsung bagi rakyat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












