Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Antusiasme Mahasiswa Muhammadiyah Kupang Ikut Kuliah Umum Terkait Radikalisme dan Intoleransi

Menurutnya, paham radikalisme adalah aliran yang bertujuan untuk mengubah tatanan sosial dengan cara-cara ekstrim. Sementara, intoleransi dikatakannya sebagai sikap tidak menerima perbedaan, tidak menghormati bahkan, dan bahkan mengklaim kebenaran mutlak atas suatu pandangan.

Drs. Anwar juga menekankan bahwa sikap-sikap tersebut seringkali muncul akibat pemahaman keagamaan yang dangkal dan terputus dari konteks sosial serta nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Pemahaman keagamaan sempit inilah yang berpotensi menimbulakan perpecahan,” pungkasnya. Oleh karena itu, moderasi beragama, yakni cara beragama yang tidak berlebihan, tidak ekstrim, dan selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi menjadi dasar dalam membangun harmoni di tengah keberagaman.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Kupang Gelar Dialog Terbuka Bahas Polemik dan Solusi Pemerintahan 100 Hari Kerja

Sementara, Benediktus Pusjoyo Kedang, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

Menurutnya, kuliah umum ini sangat penting sebagai upaya agar mahasiswa mampu memahami bahaya intoleransi dan radikalisme.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung