Menurutnya, masyarakat kedua desa tersebut mengandalkan hasil bumi seperti kacang tanah, ubi kayu, dan asam sebagai sumber penghasilan utama. Namun, akses jalan yang buruk membuat distribusi hasil pertanian terhambat.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi jalan di:
- Desa Nonbaun dan Desa Passi, Kecamatan Fatuleu Tengah
- Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat
- Desa Oemolo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur
- Desa Tanini, Kecamatan Takari
- Beberapa titik jalan di wilayah daratan Amfoang
Asten menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat desa.
“Kalau pemerintah membangun jalan, berarti mereka membangun perekonomian, pendidikan, dan kehidupan di pedesaan. Kalau infrastruktur diabaikan, sama saja pemerintah tidak peduli pada kehidupan rakyat kecil,” tegasnya.
Ia berharap Pemkab Kupang dapat segera merespons keluhan ini dengan aksi nyata, bukan hanya janji.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
