Namun, kondisi alam berkata lain. Pada Kamis, 11 Desember 2025, hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur Desa Oenbit sejak pagi hingga malam hari.
Situasi ini diperparah dengan peringatan dini BMKG Kupang dan BPBD terkait potensi Bibit Siklon Tropis 93S. Akibatnya, debit air sungai meningkat tajam dan melampaui daya tahan struktur mitigasi yang ada, hingga bronjong penahan jembatan tak mampu bertahan dan akhirnya terbawa arus.
“Ini bukan kejadian tunggal. Pada periode yang sama, di banyak wilayah TTU, deker, jembatan kecil, dan infrastruktur lainnya juga mengalami kerusakan. Ini adalah bencana hidrometeorologi, bukan kesalahan manusia,” tegas Kepala Desa.
Menanggapi keraguan publik terkait kualitas pekerjaan, ia memastikan seluruh tahapan pembangunan telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Kawat bronjong yang digunakan telah berstandar SNI, pengerjaan disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa, serta dilengkapi upaya tambahan berupa normalisasi alur Kali Ekamtalan.
Ke depan, pemerintah desa juga merencanakan penanaman pohon dan bambu sebagai mitigasi jangka panjang yang lebih ramah lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
