TIMORMEDIA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan siaran pers terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 7 hingga 14 Februari 2026.
Dalam rilis resmi tersebut, BMKG menyebutkan bahwa wilayah NTT saat ini berada pada puncak musim hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer, di antaranya Bibit Siklon Tropis 93S dan 98P di bagian selatan Indonesia, serta Siklon Tropis PENHA di wilayah utara Indonesia.
Selain itu, menguatnya Monsun Asia serta aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.
Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat terjadi dalam durasi singkat di sejumlah wilayah, antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Lembata, Flores Timur, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
