Menurut Ida, hasil produksi telur BumDes Taaba kini mulai dipasarkan kepada pelanggan, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Desa Taaba maupun di luar wilayah desa.
Masyarakat setempat juga dapat membeli telur tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dengan harga yang terjangkau.
Selain menyasar pasar lokal, produksi telur BumDes Taaba juga didistribusikan untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kehadiran usaha ayam petelur ini diharapkan dapat membantu menyediakan bahan pangan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi desa.
Ida Hoar Nahak menjelaskan, saat ini belum semua ayam aktif bertelur sesuai dengan jumlah populasi yang mencapai 300 ekor. Karena itu, pengelola terus memperhatikan kesehatan ayam, kualitas pakan, dan pola perawatan agar produksi dapat berjalan lebih optimal.
Menurutnya, perawatan yang baik menjadi faktor penting untuk mendukung keberlangsungan usaha ayam petelur milik BumDes.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












