Program bioethanol yang menggunakan tebu, jagung dan ubi kayu sebagai bahan baku juga berkaitan erat dengan sektor pertanian yang menjadi salah satu potensi penting di berbagai daerah.
Bagi Kabupaten Malaka, pembahasan tersebut membuka ruang untuk melihat peluang pengembangan komoditas pertanian daerah agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Bupati SBS menilai rapat bersama pemerintah pusat tersebut penting untuk memastikan daerah dapat memahami arah kebijakan sekaligus memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk mendukung pembangunan.
Pertemuan di Jakarta ini sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membahas program strategis yang berkaitan dengan pertanian, pemanfaatan komoditas lokal dan peluang pengembangan ekonomi daerah.
Dengan adanya pembahasan program bioethanol berbahan baku tebu, jagung dan ubi kayu, daerah diharapkan dapat melihat potensi komoditas pertanian bukan hanya sebagai hasil produksi pangan, tetapi juga sebagai bahan baku yang memiliki nilai tambah dalam pengembangan sektor energi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
