Kabupaten Malaka memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) di wilayah darat serta memiliki wilayah perairan yang menghadap ke arah Australia.
Posisi tersebut menjadi peluang bagi Malaka untuk mengembangkan sektor perdagangan, kelautan, perikanan, sekaligus memperkuat peran daerah perbatasan sebagai bagian dari beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain posisi geografis, Malaka juga memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya yang dinilai masih dapat dikembangkan secara lebih optimal.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malaka juga menyampaikan potensi pengembangan garam sebagai salah satu komoditas strategis nasional.
KKP sebelumnya telah meninjau empat titik potensial tambak garam di Kabupaten Malaka, yakni di Desa Weoe, Badarai, Kletek, dan Lakekun.
Potensi tersebut diharapkan dapat mendukung program swasembada garam nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas nelayan, Pemerintah Kabupaten Malaka turut mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur prioritas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
