Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan fisik tidak boleh menjadi tujuan akhir. Setelah memiliki gedung gereja yang baik, perhatian perlu diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, terutama anak-anak dan generasi muda, serta perbaikan kualitas hidup umat.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kehidupan beriman dan pembangunan manusia harus berjalan beriringan.
Gedung gereja yang megah perlu diikuti oleh umat yang semakin bertumbuh dalam iman, pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
SBS juga meminta seluruh umat menjaga dan merawat bangunan Gereja Santa Sisilia Kotafoun dengan penuh tanggung jawab.
“Saya minta kepada umat agar menjaga dan merawat baik-baik bangunan gereja ini agar bisa bertahan hingga 100 tahun,” tegasnya.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan lintas generasi agar gereja yang dibangun melalui perjuangan panjang umat tidak hanya menjadi kebanggaan hari ini, tetapi tetap menjadi rumah doa bagi anak cucu pada masa mendatang.
Uskup Atambua: Gereja Harus Menjadi Rumah Doa yang Hidup
Dalam kesempatan yang sama, Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, menyampaikan kegembiraannya atas rampungnya pembangunan dan terlaksananya pentahbisan Gereja Santa Sisilia Kotafoun.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












