“Menyedihkan sekali di daerah yang subur ini, rakyat masih susah. Tidak boleh ada sekat-sekat dalam urusan rakyat. Jangan ada pihak yang memprovokasi pemimpin agar tidak bisa bekerja,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, SBS juga menyentil pihak-pihak yang dinilai mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan dengan aksi-aksi demo yang dianggap tidak konstruktif.
“Saya heran, baru dua bulan kami dilantik sudah didemo terus. Ada apa? Empat tahun ke mana saja? Dulu banyak kepincangan, tapi saya tidak pernah buat pernyataan yang menyerang pemerintah setelah saya berenti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai bupati perdana, dirinya tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketenangan dan tidak mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan.
“Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Kita harus saling menghargai,” pungkasnya.
SBS juga memberikan peringatan keras kepada oknum yang suka mengadu domba dan menciptakan konflik horizontal di tingkat kepemimpinan daerah.
“Orang-orang yang mewarisi sifat penjajah, yang suka mengadu domba agar pemimpin tidak bisa kerja, tidak boleh dibiarkan. Jangan mimpi masuk surga kalau masih suka begitu,” tegasnya lagi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
