Sebagai contoh, SBS menyoroti penanganan banjir. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan sekadar memberikan bantuan darurat seperti beras, mie instan, atau minyak tanah, melainkan mencari akar persoalan dan memberikan solusi konkret.
“Kalau banjir, saya tidak datang bawa bantuan sembako. Saya turun langsung, lihat masalahnya, lalu perintahkan PUPR untuk kerjakan. Harus jelas: buat tanggul, berapa panjangnya, berapa anggarannya, dan langsung eksekusi,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan banjir harus diawali dengan analisis penyebab, seperti kondisi tebing sungai yang tidak memadai. Dari situ, pemerintah dapat mengambil langkah teknis yang tepat dan berkelanjutan.
“Banjir itu harus dicari tahu penyebabnya. Kalau tebing tidak ada, itu yang kita bangun. Jadi bukan sekadar bantuan sesaat, tapi solusi permanen,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Malaka yang lebih menitikberatkan pada pembangunan berbasis solusi dan keberlanjutan, demi kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
