TIMORMEDIA.COM – Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS) memastikan Jembatan Gantung Numbei tidak akan diresmikan melalui seremoni pengguntingan pita seperti lazimnya proyek pemerintah.
Sebagai gantinya, pemerintah akan menggelar prosesi pendinginan secara adat yang melibatkan para tua adat dan tokoh agama sebelum jembatan dimanfaatkan masyarakat.
Menurut SBS, tradisi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai budaya masyarakat Malaka yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Jembatan Gantung Numbei tidak akan diresmikan dengan gunting pita. Yang dilakukan adalah upacara pendinginan secara adat bersama para tua adat dan pemuka agama agar jembatan ini diberkati dan dapat dimanfaatkan dengan aman oleh masyarakat,” ujar SBS.
Prosesi adat direncanakan berlangsung sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Bagi masyarakat Numbei, kehadiran jembatan ini menjadi jawaban atas penantian panjang selama puluhan tahun.
Selama ini warga harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi demi menuju sekolah, puskesmas, pasar maupun pusat pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
