Panen jagung varietas Maxi di lahan seluas empat hektare tersebut menunjukkan hasil menggembirakan. Jika sebelumnya produktivitas hanya berkisar 5–6 ton per hektare, kini meningkat menjadi 8 ton per hektare.
Pemerintah Kabupaten TTU bahkan menargetkan produktivitas jagung dapat menembus 10 ton per hektare setiap musim tanam. Target ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada jagung serta penguatan ketahanan pangan nasional.
Menurut Bupati TTU, sektor pertanian, khususnya jagung, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
Kehadiran Bupati di tengah risiko banjir dinilai sebagai simbol keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil, khususnya para petani. Ia menegaskan bahwa tugas pemimpin adalah melayani, bukan dilayani.
Panen jagung bukan sekadar seremoni, tetapi bagian penting dari agenda ketahanan pangan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir dalam kondisi apa pun sebagai bentuk dukungan nyata kepada petani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
