Sementara itu, Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori mengatakan keberhasilan menjaga ketersediaan stok beras juga didukung oleh penguatan distribusi dan digitalisasi data gudang.
Pencapaian swasembada pangan ini harus menjadi momentum untuk membangun strategi jangka panjang yang inklusif.
Namun demikian, keberhasilan ini perlu disertai langkah akseleratif pemerintah dalam menjawab tantangan regenerasi petani, modernisasi teknologi, serta adaptasi terhadap perubahan iklim, yang kini sudah mulai direspons melalui program strategis lintas kementerian.
“Pencapaian ini menjadi momentum membangun strategi jangka panjang berbasis inovasi dan inklusivitas, di mana isu regenerasi petani dan perubahan iklim telah mulai ditangani secara progresif oleh pemerintah”, ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menjelaskan dengan penguatan sektor hulu dan hilir secara berkesinambungan, Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang menjadi eksportir pangan unggulan di kawasan Asia Tenggara.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
