Ia menjelaskan bahwa melalui program Dasa Cita Melki–Johni, pemerintah mendorong konsep dari ladang dan laut ke pasar agar para produsen lokal mendapatkan nilai tambah yang layak.
“NTT Mart hadir untuk memfasilitasi pasar bagi produk masyarakat NTT. Produk dari kita harus kita beli sendiri, sehingga ekonomi Malaka bisa berdaulat dan mandiri,” tambahnya.
Gubernur NTT juga memaparkan empat fokus kebijakan pemerintah dalam mendukung UMKM, yakni permodalan melalui KUR, pendampingan usaha, literasi keuangan, serta akses pasar melalui NTT Mart sebagai etalase resmi produk lokal.
Ia bahkan mendorong agar setiap ASN di NTT membelanjakan minimal Rp100 ribu per bulan untuk produk lokal di NTT Mart guna menggerakkan ekonomi daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memberdayakan ekonomi lokal dan mengangkat derajat masyarakat Malaka.
“Malaka memiliki produk unggulan seperti tenun ikat dari 127 desa serta gerabah khas dari Desa Webriamata dan Wewiku. NTT Mart menjadi gerbang emas membawa produk ini keluar dari perbatasan menuju pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












