“Pada masa kepemimpinan beliau, wilayah Malaka masih berada dalam satu kesatuan dengan Kabupaten Belu. Karena itu, kami datang dengan hati, untuk melayat, mendoakan, serta menghormati jasa dan pengabdian almarhum,” ungkapnya dengan penuh haru.
Lebih jauh, Bupati SBS mengaitkan kepergian almarhum dengan momentum suci Paskah, yang bagi umat Kristiani mengandung makna mendalam tentang harapan akan kehidupan kekal. Dalam nuansa iman tersebut, ia mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk menemukan penghiburan dalam keyakinan akan kasih Tuhan.
“Kepergian almarhum terjadi dalam nuansa Paskah. Kita percaya, dalam iman, beliau memperoleh kedamaian sejati dan tempat yang layak di sisi Tuhan. Ini menjadi penghiburan bagi kita semua,” tuturnya.
Prosesi doa yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu menjadi ruang refleksi bersama tentang arti kehidupan, pengabdian, dan kefanaan manusia. Sejumlah pejabat yang turut hadir tampak larut dalam keheningan doa, memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
