Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  
Topik : 

DPRD NTT Tanggapi Protes Publik soal Tunjangan Perumahan dan Transportasi

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Yan Klau
DPRD NTT Tanggapi Protes Publik soal Tunjangan Perumahan dan Transportasi/ Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, istimewa

Menurutnya, penilaian itu tidak bisa hanya dihitung dari jarak rumah ke kantor DPRD di Kota Kupang, melainkan harus dilihat dari mobilitas politik anggota dewan dalam menyerap aspirasi hingga ke pelosok desa.

“Biaya perjalanan dinas DPRD hanya membiayai anggota sampai ke pusat kabupaten. Untuk menjangkau desa-desa terpencil, anggota menanggung sendiri,” jelasnya.

Menepis tudingan bahwa tunjangan adalah bentuk pengkhianatan terhadap penderitaan rakyat, Nomleni menekankan justru sebaliknya.

Ia menyebut, tunjangan menjadi beban moral dan tanggung jawab besar bagi anggota DPRD dalam menjalankan amanat rakyat.

“Jumlah pendapatan dalam Pergub 22 tidak bermaksud mengkhianati kesulitan rakyat, melainkan menimbulkan tanggung jawab besar bagi anggota DPRD. Tunjangan diberikan berdasarkan kinerja politik,” tegasnya.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran Resmi Dilantik Sebagai Pengurus Adkasi Nasional

Dari sisi pemberantasan korupsi, Nomleni menilai penetapan tunjangan ini justru memastikan pendapatan anggota DPRD selaras dengan tanggung jawab mereka sebagai penyelenggara pemerintahan daerah bersama gubernur.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung