“Pelayanan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi medis, tetapi juga oleh kemampuan berkomunikasi, empati, serta sikap responsif dalam melayani pasien dan keluarganya,” ujarnya.
Dalam laporan panitia disebutkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat soft skill seluruh staf rumah sakit, khususnya dalam membangun komunikasi yang efektif, meningkatkan kemampuan menangani keluhan pasien, serta menciptakan budaya pelayanan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai standar pelayanan prima sehingga mampu memberikan pengalaman layanan yang positif kepada setiap pasien.
“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi seluruh staf mengenai standar pelayanan terbaik, sehingga setiap pasien mendapatkan pengalaman layanan yang nyaman, aman, dan berkualitas,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.
Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, pelaksanaan pelatihan dibagi ke dalam dua kelas dengan masing-masing kelas berjumlah 50 peserta pada setiap sesi. Para peserta mendapatkan materi melalui berbagai metode pembelajaran, mulai dari presentasi interaktif, diskusi kelompok, simulasi pelayanan, hingga studi kasus yang sering ditemui dalam lingkungan kerja rumah sakit.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
