TIMORMEDIA.COM – Penyuluh Agama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu, Dusan V. Kaesnube, S.Fil, menjadi narasumber dalam program dialog interaktif di studio RRI Atambua dengan mengangkat tema penting tentang empati dan simpati dalam kehidupan sosial.
Dalam paparannya, Dusan menjelaskan bahwa simpati merupakan perasaan yang bersifat pasif dan individualistis, sementara empati adalah perasaan yang lebih mendalam, di mana seseorang mampu benar-benar ikut merasakan apa yang dialami oleh orang lain.
“Ketika seseorang bisa berempati, ia sejatinya telah menaburkan kebaikan dalam kehidupan bersama,” ujar Dusan di hadapan para pendengar RRI.
Empati dalam Kehidupan Sehari-Hari
Dusan menekankan bahwa empati bisa diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Misalnya, dengan ikut hadir dalam suka dan duka yang dialami orang lain, atau memberi perhatian saat sesama menghadapi masalah.
Dalam dunia pendidikan, empati penting ditanamkan kepada anak-anak didik. Guru dan orang dewasa diharapkan terlibat aktif dalam membentuk karakter anak menjadi pribadi yang santun, sesuai nilai-nilai budaya dan adat istiadat setempat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












