“Kami sudah melakukan pertemuan sebelumnya, disepakati bahwa setelah dua unit tambahan selesai, pembayaran akan dilakukan. Namun, sampai hari ini tidak ada kejelasan, sehingga kami terpaksa menyegel sekolah,” tegas Wardi.
Para pekerja berharap masalah ini segera diselesaikan agar sekolah dapat kembali beroperasi normal. Mereka menuntut hak mereka dibayarkan secepatnya karena banyak tenaga kerja yang menggantungkan hidup dari proyek ini.
Terkait ini, dikonfirmasi terpisah Kepala Sekolah SLBN Loofoun Bone, Ida Un, menyatakan bahwa ia memiliki alasan menahan dana tersebut, namun tidak ingin menjelaskan secara detail.
“Saya punya dasar kenapa saya tahan uang itu, tapi saya tidak mau jelaskan di sini. Suruh mereka duluan ke dinas baru saya ikut,” kata Ida Un melalui pesan WhatsApp pada Selasa pagi (1/4/2025).
Ida Un menambahkan bahwa, ia tidak akan memberikan klarifikasi di sekolah, melainkan langsung di Dinas Pendidikan.
“Saya tidak mau klarifikasi lagi di sekolah. Sekarang saya mau klarifikasi langsung di dinas pendidikan saja biar saya ceritakan semua,” lanjutnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












