Mantan pendidik Seminari Lalian itu juga mengingatkan bahwa penerimaan Tubuh dan Darah Kristus bukan hanya menjadi momen seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Yesus telah mengurbankan diri seutuhnya bagi kita, sehingga umat harus senantiasa dekat dengan-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Momentum penerimaan Sakramen Mahakudus bagi 24 siswa tersebut menjadi peristiwa penting dalam perjalanan iman mereka. Dengan menerima Tubuh dan Darah Kristus untuk pertama kalinya, para siswa diajak untuk semakin bertumbuh dalam kehidupan rohani, memperdalam iman, serta mengamalkan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Perayaan berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menandai langkah baru para siswa dalam kehidupan menggereja sebagai bagian dari umat Katolik yang semakin dewasa dalam iman.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












