Karena itu, keluarga merasa perlu mengundang para pemain dan official PS Malaka ke rumah sebagai bentuk dukungan sekaligus ungkapan kebanggaan.
“Rasa tali pusat kami di Malaka, maka kami mengundang anak-anak untuk datang di rumah. Ini merupakan kebanggaan kami keluarga,” ungkap Mama Ensi dengan penuh haru.
Air mata yang jatuh bukan semata-mata karena hasil pertandingan, tetapi karena rasa bangga melihat perjuangan anak-anak muda Malaka yang telah tampil membawa nama daerah.
Perasaan serupa disampaikan Mama Tuti Seran. Ia mengaku keluarga Malaka di Maumere ikut merasakan kesedihan setelah PS Malaka harus mengakhiri perjalanan di babak delapan besar.
Namun, bagi keluarga, hasil pertandingan bukan alasan untuk mengurangi rasa bangga terhadap perjuangan Laskar Manumeo.
“Kami semua merasakan kekalahan anak-anak kami PS Malaka. Tapi kami bangga, anak-anak luar biasa,” ujarnya.
Menurut Mama Tuti, perjuangan PS Malaka justru mendapat banyak apresiasi dari masyarakat. Permainan dan semangat para pemain menjadi alasan tersendiri bagi keluarga untuk tetap memberikan dukungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
