“PBG sekarang gratis dan sudah dijalankan di daerah-daerah dengan dukungan Kementerian Dalam Negeri. Bupati dan Wali Kota juga diminta memastikan kebijakan ini berjalan efektif,” jelas Maruarar.
Pemerintah juga memastikan bunga rumah subsidi tetap stabil di angka 5 persen sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus diperkuat untuk membantu masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).
“Ada sekitar 26,9 juta rumah di Indonesia yang tidak layak huni. Tahun ini kita bantu renovasi 45 ribu rumah, dan tahun depan Presiden menaikkan target besar sekali menjadi 400 ribu rumah,” ungkap Maruarar.
Program pembangunan rumah rakyat juga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal. Aktivitas konstruksi mendorong tumbuhnya usaha kecil, mulai dari pedagang makanan di sekitar proyek, toko bahan bangunan, hingga industri pendukung lainnya.
Menurut Maruarar, kebijakan Presiden Prabowo ini menunjukkan bahwa sektor perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga instrumen pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kecil.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












