Kementan menargetkan percepatan hilirisasi dapat berjalan dalam tiga tahun ke depan. Program ini diproyeksikan tidak hanya menyerap 1,6 juta tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pertanian sebesar 1,02 persen serta PDRB nasional 0,14 persen.
“Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan petani, hilirisasi akan mengubah wajah desa, menggerakkan industri, serta meningkatkan daya saing global,” jelas Amran.
Komitmen daerah terhadap program ini sangat solid. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyebut Maluku Utara siap menggerakkan hilirisasi kelapa, pala, dan cengkeh.
“Kami sudah memiliki pabrik produk turunan kelapa sehingga harga di tingkat petani cukup baik. Dengan program hilirisasi, kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” katanya.
Senada, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan pengawasan akan diperketat agar program berjalan efektif. Kabupaten Maluku Tengah bahkan telah disiapkan sebagai penerima ABT untuk pengembangan pala.
“Keseriusan Presiden dan Menteri Pertanian menjadi kunci keberhasilan,” tutur Hendrik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












