Selanjutnya, dari aspek ekonomi, penelitian ini menemukan adanya kecenderungan komodifikasi dalam penyelenggaraan turnamen. Keterlibatan sponsor, peningkatan hadiah, serta eksposur media menunjukkan bahwa ETMC mulai bergerak ke arah industri olahraga. Hal ini menciptakan relasi kekuasaan baru, di mana pihak-pihak yang memiliki akses terhadap sumber daya ekonomi, seperti sponsor dan pengurus klub, memiliki pengaruh yang lebih besar. Pemain juga mulai diposisikan sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam pembahasan, temuan-temuan tersebut dapat dianalisis menggunakan kerangka teoretis yang telah diuraikan sebelumnya. Perspektif kekuasaan menunjukkan bahwa kekuasaan dalam ETMC tidak terpusat, tetapi tersebar dalam berbagai relasi sosial. Selain itu, distribusi modal yang tidak merata antar daerah memperkuat dominasi tim tertentu dalam kompetisi. Sementara itu, legitimasi kekuasaan juga dibangun melalui penerimaan masyarakat terhadap peran pemerintah dan penyelenggara turnamen sebagai sesuatu yang wajar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
