Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan respons keras terhadap pelanggaran tersebut.
“Saya memerintahkan militer Israel untuk meluncurkan serangan kuat terhadap target militer di jantung Teheran,” kata Katz, seperti dilansir AFP.
Namun tuduhan ini dibantah keras oleh pihak Iran. Seorang pejabat senior keamanan Iran menyatakan kepada CNN bahwa sejak pukul 07.30 waktu setempat, tidak ada rudal yang diluncurkan ke arah Israel.
“Jika Israel kembali menyerang, seluruh wilayah yang diduduki akan menjadi target kami, sebagaimana satu jam sebelum perang berakhir,” tegas pejabat tersebut.
Latar Belakang Konflik Iran-Israel
Ketegangan bermula dari serangan udara besar-besaran Israel ke Iran pada Jumat (13/6/2025), yang disebut sebagai upaya melumpuhkan program senjata nuklir Iran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah perwira tinggi militer dan ilmuwan nuklir Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel. Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat turut menyerang tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) dini hari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
