Oleh: Jefri Sambi/ Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana
TIMORMEDIA.COM// Pembangunan infrastruktur kerap dijadikan indikator utama keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Jalan, sebagai urat nadi mobilitas manusia dan distribusi barang, seharusnya menjadi prioritas dalam setiap agenda pembangunan daerah. Namun, realitas yang terjadi di jalan menuju Desa Benteng Raja, Kabupaten Manggarai Timur, justru memperlihatkan ironi yang sulit diabaikan.
Kondisi jalan tersebut yang rusak parah selama bertahun-tahun bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan dari lemahnya komitmen terhadap pembangunan wilayah pinggiran. Jalan yang dipenuhi bebatuan lepas dan kubangan lumpur saat hujan telah menjelma menjadi hambatan nyata bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Biaya transportasi meningkat, distribusi hasil pertanian tersendat, dan pada akhirnya kesejahteraan warga pun ikut tergerus.
Dalam perspektif politik pembangunan, situasi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam penentuan skala prioritas. Sering kali, pembangunan lebih terfokus pada wilayah yang secara ekonomi dan politik dianggap strategis, sementara desa-desa seperti Benteng Raja harus menunggu tanpa kepastian. Padahal, semangat desentralisasi dan otonomi daerah seharusnya membuka ruang yang lebih adil bagi seluruh wilayah untuk berkembang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










