Pemkab Aceh Tamiang mengirimkan bantuan ke delapan desa terisolasi di Kecamatan Sekerak menggunakan sampan. Salah satu wilayah terparah adalah Desa Sekumur, di mana sejumlah rumah warga hanyut.
“Ada satu kampung rumah hanyut karena banjir, Desa Sekumur. Itu sudah kita drop untuk 1.000 masyarakat di sana, pakai sampan,” ujar Armia.
Untuk memperluas jangkauan, Pemkab Aceh Tamiang juga mengajukan penambahan helikopter dari Mabes Polri.
Kapolri memerintahkan jajarannya untuk menggunakan metode airdrop apabila helikopter tidak dapat mendarat. Komjen Pol Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan.
“Jika helikopter tidak bisa landing, maka airdrop menjadi pilihan,” tegasnya.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, bahkan menempuh perjalanan ekstrem selama lima hari melalui jalur terputus, lumpur, dan sungai untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan kehadiran Polri dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita dan memastikan penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
