TIMORMEDIA.COM – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), menegaskan bahwa Kabupaten Malaka merupakan daerah otonom yang masih sangat muda sehingga membutuhkan waktu dan proses untuk berkembang sejajar dengan kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Bupati SBS dalam sambutannya pada acara Syukuran 1 Tahun Kepemimpinan bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) yang berlangsung di Taman Eden, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Jumat malam (20/2/2026).
Menurut Dokter Stef Bria Seran, Kabupaten Malaka yang resmi berdiri pada 2013 kini baru berusia 12 tahun. Beliau mengibaratkan usia tersebut seperti anak yang baru tamat Sekolah Dasar (SD) dan akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kalau dihitung, 12 tahun itu baru tamat SD mau masuk SMP. Jadi belum bisa apa-apa. Tidak usah terlalu menuntut, karena kita sementara berjuang membangun daerah ini,” tegasnya.
Bupati SBS juga meminta masyarakat agar tidak membandingkan Malaka dengan kabupaten lain di NTT yang telah berdiri sejak 1958 dan memiliki pengalaman pembangunan lebih panjang, seperti Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












