Sementara itu, tokoh senior Desa Fatoin yang akrab disapa Kidaus, Maximus Pakaenoni, menilai turnamen ini sebagai sejarah baru bagi perkembangan olahraga di desa.
Menurutnya, untuk pertama kalinya Desa Fatoin menggelar turnamen futsal yang lahir dari gagasan serta kerja kolektif pemuda Nispukan–Sap’an.
Ia menegaskan bahwa Fatoin Cup bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan simbol kebangkitan kreativitas serta persatuan generasi muda desa.
Kidaus juga mengingatkan agar semangat dan kerja keras panitia tetap terjaga hingga hari pelaksanaan. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi hiburan positif bagi para penonton.
Di sisi lain, anggota panitia seksi keamanan, Dede Ena atau yang dikenal dengan sapaan Dedox, mengajak seluruh panitia menjaga kekompakan hingga berakhirnya kegiatan.
Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab bersama agar turnamen berjalan aman dan lancar.
Menutup pernyataannya, Dedox berharap seluruh panitia dapat terus saling mendukung dan menjaga kebersamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
