Menurutnya, pertandingan sepak bola memang menjadi ruang untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan masing-masing tim. Akan tetapi, seluruh peserta tetap harus membawa semangat persaudaraan dan nilai-nilai keagamaan.
“Nilai-nilai religi harus dikedepankan. Maksudnya, semua jenis pertandingan yang dilombakan dalam rangka perayaan ini, aspek juaranya jangan menjadi prioritas semata. Boleh beradu dalam pertandingan, tetapi nilai keagamaan dan persaudaraan lebih diprioritaskan,” tegas Frans.
Pesan tersebut menjadi penting karena turnamen bukan sekadar agenda olahraga, tetapi merupakan bagian dari rangkaian Perarakan Besar Ina Maria Nai Feto Malaka, sebuah kegiatan keagamaan yang mempertemukan umat dari berbagai paroki di wilayah Dekenat Malaka.
Sementara itu, Ketua Panitia Sepak Bola Perarakan Besar Ina Maria Nai Feto Malaka, Romo Yustus, mengajak seluruh utusan paroki untuk berpartisipasi aktif menyukseskan turnamen.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda dua tahunan Gereja Katolik di wilayah Dekenat Malaka dan melibatkan 20 paroki.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












