Jenazah Situr dimakamkan pada Minggu pagi di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ratusan pelayat hadir, termasuk Longki Djanggola, pendiri InSulteng.id sekaligus mantan Gubernur Sulawesi Tengah.
“Kalau memang penyebabnya medis, kami akan ikhlas. Tapi jika ini kekerasan, kami akan berdiri paling depan untuk mencari keadilan,” tegas Longki.
Komunitas jurnalis dari berbagai organisasi, seperti PWI dan AJI, juga telah menyatakan dukungan dan siap mengadvokasi kasus ini hingga tuntas. Longki bahkan menyebut akan mendorong Komisi III DPR RI agar ikut mengawasi jalannya proses hukum.
Menolak Bungkam, Menuntut Keadilan
Kematian Situr Wijaya menyisakan pertanyaan besar, apakah ini upaya untuk membungkam suara kritis?
Ia dikenal sebagai jurnalis yang vokal menyuarakan isu-isu penting di Sulawesi Tengah, kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan pers.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menyuarakan kebenaran masih memiliki risiko tinggi. Namun, bagi rekan-rekan Situr dan komunitas pers, suara untuk mengungkap kebenaran tidak akan berhenti.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












