“Indonesia harus bisa tampil sebagai kekuatan baru yang memimpin solidaritas negara-negara Selatan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa posisi Indonesia sebagai pembicara ketiga dalam Debat Umum PBB menjadi simbol pengakuan internasional.
“Sidang Majelis Umum tahun tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk kembali tampil di level tertinggi pada forum PBB,” ungkapnya.
“Tetapi juga untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif,” jelas Teddy.
Ia menegaskan bahwa forum tersebut telah menjadi panggung yang strategis bagi Indonesia untuk semakin memperkuat diplomasi dan kepemimpinan global.
Di sisi lain, Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai bahwa kehadiran Presiden Prabowo juga mengulang jejak perjuangan diplomasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo.
“Sebagaimana almarhum Prof. Sumitro, Presiden Prabowo kini melanjutkan perjuangan diplomasi Indonesia dalam memperkuat multilateralisme dunia,” ucap Dino.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












