“Kami mengucap syukur dan berterima kasih banyak dengan bantuan bahan makanan. Dengan ada bapak-bapak TNI di sini kami sudah tidak susah lagi mendapat bahan makanan,” tuturnya.
Tak hanya mendistribusikan logistik, Satgas 751/VJS juga membuka pos pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan warga. Sumber dari Satgas menyebut bahwa kehadiran mereka bukan sekadar soal keamanan.
“Kehadiran TNI bukan hanya soal keamanan, tapi juga harapan baru untuk kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan,” ungkapnya.
Sementara itu di Mayuberi, Kabupaten Puncak, ancaman OPM telah menghambat penugasan tenaga kesehatan sejak Puskesmas dibangun tahun 2019. Anis Murib, Kepala Kampung Mayuberi, mengungkapkan kondisi pilu itu.
“Ancaman OPM sejak lama membuat kami kesulitan mendapatkan tenaga kesehatan, karena kondisi keamanan yang belum memungkinkan,” katanya.
Kini, harapan muncul kembali dari Pos TNI Mayuberi. “Kami berobat ke sini. Kami sangat terbantu,” tambah Anis. Letda Inf Arif Natsir, Danpos Mayuberi, menegaskan komitmen TNI. “Kami datang bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tapi untuk mendengar, melayani, dan menjadi bagian dari kehidupan warga,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
