Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, BBWS NT II akan melakukan penanganan darurat.
Parlinggoman menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Malaka untuk segera mengajukan permohonan dana bencana atau dana darurat tahun 2025.
“Saat ini prioritas kita adalah menahan kerusakan. Kami akan minta Bupati segera bersurat agar proses pengajuan bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Kerusakan tanggul ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi menyebabkan banjir di kawasan permukiman warga.
BBWS NT II berkomitmen memberikan solusi cepat dan terencana, mulai dari penanganan darurat hingga pembangunan struktur permanen tahun depan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap kejadian tanggul jebol di Malaka 2025 dapat dicegah dan risiko bencana akibat kerusakan infrastruktur air di Malaka bisa diminimalkan.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
