Kereta Petani dan Pedagang dilengkapi 73 kursi, area bagasi luas, dan dioperasikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, melintasi 11 stasiun dari Rangkasbitung hingga Merak. Setiap pengguna dapat membawa dua koli barang berukuran besar, sehingga distribusi hasil panen dan produk UMKM dapat berlangsung lebih efisien.
Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan dapat mendaftar Kartu Petani dan Pedagang, membeli tiket sejak H-7, serta melakukan boarding lebih awal.
Pengguna tanpa kartu tetap dapat membeli tiket selama kuota tersedia. Seluruh rangkaian pun telah melalui uji teknis dan sertifikasi guna memastikan keamanan dan kenyamanan.
Pada hari pertama operasional, tercatat 95 pengguna memanfaatkan fasilitas ini dengan membawa hasil pertanian, makanan olahan, hingga kerajinan lokal.
Pengoperasian Kereta Khusus Petani dan Pedagang menjadi bukti komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Program ini selaras dengan visi pembangunan dari desa serta strategi penurunan kemiskinan melalui peningkatan akses transportasi publik yang inklusif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












