TimorMedia.Com – Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka melalui Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Remigius A.Y Bria Seran bersama Puskesmas Besikama melakukan klarifikasi terkait pengaduan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Desa Rabasa Hain.
Pengaduan ini berawal dari laporan orang tua bayi Eleonora Balok Leki (3,5 bulan) yang mengalami demam dan rewel setelah menerima imunisasi BCG dan polio tetes I di Posyandu Lootasi pada 18 Maret 2025 lalu.
Berikut Kronologi Kejadian
Imunisasi dilakukan oleh tiga tenaga kesehatan, yakni Maria Tri Adelia Bria, A.Md.Keb dan Arif Suban, A.Md.Kes dari Puskesmas Besikama serta bidan desa Irene Lisvita Terwinyu, A.Md.Keb. Saat penyuntikan vaksin BCG, bayi sempat terkejut karena pegangan ibunya kurang stabil, menyebabkan jarum suntik sedikit menembus kulit dan berdarah. Petugas kemudian membersihkan luka, memperbaiki posisi bayi, dan melanjutkan penyuntikan yang berhasil tanpa kendala.
Usai imunisasi, ibu bayi mendapatkan konseling terkait efek samping yang umum terjadi, seperti demam dalam 24 jam hingga tiga hari dan munculnya bisul kecil di area suntikan dalam 2-12 minggu. Efek ini normal sebagai tanda vaksin bekerja dalam membentuk kekebalan tubuh bayi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
