Usai misa, ziarah dilanjutkan ke sejumlah Porta Sancta lain, yakni:
- Porta Sancta St. Yosef Nenuk,
- Porta Sancta Roh Kudus Halilulik, dan
- Porta Sancta Maria Siti Bitauni.
Puncak ziarah ditutup dengan doa Rosario bersama di Gua Maria Bitauni, yang terletak di Desa Bitauni, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sekitar 30 km dari Kota Kefamenanu.
Sejarah Singkat Gua Santa Maria Siti Bitauni
Gua Santa Maria Siti Bitauni adalah situs ziarah yang memiliki nilai historis dan religius tinggi. Berasal dari sebuah gua alam yang dulu digunakan sebagai tempat perlindungan saat konflik antar suku, tempat ini kemudian ditemukan oleh para misionaris Katolik, yakni Pastor Petrus Noyen, SVD dan Pastor Arnoldus Vestralen, SVD.
Pada tahun 1936, Pastor Yohanes Smit, SVD menempatkan patung Bunda Maria di dalam gua tersebut. Selanjutnya, pada periode 1970–1977, Pater Petrus Verhaelen melakukan pemugaran dan menambahkan nama “Siti”, sehingga menjadi Gua Santa Maria Siti Bitauni.
Kini, Gua Bitauni menjadi salah satu destinasi wisata religi umat Katolik di NTT. Di sekitar gua juga dibangun sebuah gereja yang aktif digunakan untuk ibadah mingguan serta perayaan besar, terutama Jumat Agung dan Bulan Rosario.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
