“Kami berharap pihak kementerian bisa menjembatani komunikasi dengan perusahaan IDK agar dapat kembali beroperasi. Kami juga berharap agar tenaga kerja yang direkrut berasal dari desa ini, supaya angka pengangguran dapat ditekan,” jelas Stefanus.
Ia menambahkan bahwa, keberadaan IDK sangat membantu perekonomian masyarakat lokal. Namun, sejak berhenti beroperasi, banyak warga yang kehilangan pekerjaan.
“Kami mohon dukungan dari pemerintah untuk memfasilitasi agar kegiatan produksi garam di desa kami bisa berjalan kembali dengan baik,” tegasnya.
Kunjungan kerja ini turut disambut hangat oleh tokoh adat dan tokoh pemuda setempat yang menilai kehadiran KKP sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Malaka.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
