Perubahan tersebut dipengaruhi oleh mandat Paus Pius X yang mewajibkan pembakaran seluruh dokumen terkait pemilihan, bukan hanya surat suara, demi menghasilkan asap putih yang lebih tebal dan mudah terlihat oleh publik.
Kemunculan asap dari cerobong Kapel Sistina telah menjadi simbol yang kuat bagi lebih dari satu miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Asap putih bukan hanya tanda teknis bahwa pemilihan telah selesai, tetapi juga menjadi momen haru yang ditunggu-tunggu sebagai pertanda dimulainya babak baru dalam kepemimpinan Gereja Katolik Roma.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












