“Ini kelompok makan puji, yang hanya ingin dilihat orang luar bahwa rumah sudah selesai, padahal di dalamnya masih belum layak,” ujarnya.
Sebaliknya, kelompok kedua adalah “cinta keluarga”. Kelompok ini memilih memplester bagian dalam rumah terlebih dahulu, karena bagian itulah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh anggota keluarga.
“Kalau cinta keluarga, kita plester bagian dalam dulu. Karena yang pakai itu keluarga di dalam. Kalau sudah ada uang lagi, baru kita selesaikan bagian luar,” jelasnya.
SBS menegaskan bahwa dalam konteks Musrenbang, “keluarga” yang dimaksud adalah seluruh rakyat Kabupaten Malaka. Mana yang kita utamakan untuk rakyat. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan program harus benar-benar menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, bukan sekadar untuk pencitraan.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang hanya terlihat bagus di permukaan, tetapi tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat, justru berisiko.
“Jangan sampai kita plester luar supaya terlihat bagus, tapi di dalam masih kasar, semen tajam, anak-anak bisa terluka. Itulah yang disebut salah dalam menentukan prioritas,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












