Warna merah digunakan sebagai warna liturgi hari ini. Merah melambangkan darah Kristus yang tercurah bagi penebusan dosa manusia, sekaligus menjadi simbol keberanian dan cinta yang total. Dalam konteks liturgi, merah juga kerap digunakan untuk mengenang para martir, mereka yang menyerahkan hidupnya demi iman.
Malam Paskah: Kembali ke Putih, Merayakan Kebangkitan dan Harapan Baru
Malam Paskah, atau yang dikenal juga sebagai Vigili Paskah, merupakan momen puncak dari seluruh Pekan Suci. Dalam terang lilin Paskah, umat berjaga dan bersukacita menyambut kebangkitan Kristus. Liturgi malam ini penuh simbol: api, air, Sabda Allah, dan Ekaristi yang merayakan hidup baru.
Seperti Kamis Putih, warna liturgi yang digunakan adalah putih. Namun kali ini, putih hadir bukan hanya sebagai lambang kesucian, tetapi juga sebagai tanda kemenangan Kristus atas maut. Putih menjadi warna kebangkitan, harapan baru, dan sukacita yang mewarnai seluruh masa Paskah yang akan berlangsung selama lima puluh hari.
Penutup
Melalui warna-warna liturgi, Gereja mengajak umat untuk masuk lebih dalam dalam misteri iman. Warna putih dan merah selama Pekan Suci bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga undangan untuk merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus yang membawa terang dan kehidupan bagi dunia.*/
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












