TimorMedia.Com – Dalam tradisi Gereja Katolik, warna-warna liturgi memiliki makna yang dalam dan menjadi bagian penting dalam setiap perayaan iman.
Warna bukan hanya soal estetika, tetapi juga simbol yang mengarahkan umat untuk lebih menghayati misteri iman yang dirayakan.
Selama Pekan Suci, tiga hari istimewa – Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah menggunakan warna liturgi yang berbeda, masing-masing mencerminkan makna spiritual yang khas.
Kamis Putih: Warna Putih, Simbol Sukacita dalam Pelayanan
Kamis Putih memperingati Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus bersama para murid. Malam ini, umat diajak mengenang institusi Ekaristi dan teladan kerendahan hati Yesus ketika Ia membasuh kaki murid-murid-Nya.
Sesuai dengan namanya, warna liturgi yang digunakan adalah putih. Warna ini melambangkan kemurnian, kesucian, dan sukacita. Warna putih juga menyimbolkan kemenangan dan terang, menandakan kasih dan pelayanan Yesus yang bersinar bahkan di tengah bayang-bayang penderitaan yang akan datang.
Jumat Agung: Warna Merah, Tanda Pengorbanan dan Cinta
Jumat Agung adalah hari ketika Gereja merenungkan sengsara dan wafat Kristus di kayu salib. Tidak ada misa pada hari ini, melainkan ibadat sabda dan penghormatan salib. Suasana hening dan penuh duka menjadi bagian dari perenungan mendalam akan pengorbanan Sang Juru Selamat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
