“Bangunannya hanya ada tembok, tidak ada atap, septic juga belum dipasang. Kami tidak bisa menggunakannya karena tukang dan bahan juga tidak tersedia,” ujar penerima itu.
Terkait itu, Anastasia Seuk, Bendahara Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Makmur Jaya, mengakui adanya kekurangan dan keterlambatan dalam proyek ini. Ia menyebut salah satu kendala utama adalah kurangnya tenaga kerja.
“Tukang yang sebelumnya sudah saya bayar lunas, tetapi mereka tidak bekerja. Kendalanya hanya di bahan saja,” jelas Anastasia.
Meski dana proyek telah dicairkan sepenuhnya, hingga kini belum ada kepastian kapan proyek ini akan selesai.
Sementara itu, Fernandes Loe, pemilik CV yang bertanggung jawab atas proyek ini, belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Pasalnya, proyek yang seharusnya meningkatkan sanitasi masyarakat justru menjadi beban akibat pengerjaan yang tidak kunjung rampung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan nyata dari dinas terkait untuk menyelesaikan proyek septic tank yang terbengkalai di Kecamatan Wewiku ini.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












