Di tengah arakan penari, perhatian publik tersedot ketika Bupati SBS tiba-tiba maju dan ikut menari Likurai. Tanpa protokoler yang kaku, ia bergabung dalam barisan penari hingga tiba di tenda upacara.
Aksi spontan itu disambut sorak-sorai warga. Banyak yang mengabadikan momen tersebut, sementara yang lain menunjukkan rasa bangga akan kedekatan pemimpin mereka.
“Warga sangat senang dan terhibur. Bupati SBS mau turun langsung menari bersama masyarakat, itu membuat suasana semakin hangat,” ujar Camat Laenmanen, Ferdy Maan.
Menurut Ferdy, Likurai bukan hanya tarian penyambutan, tetapi simbol penghormatan dan kemenangan. Ketika seorang pemimpin ikut menari, ada pesan kuat bahwa pemimpin hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekadar pengambil keputusan.
“Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat. Masyarakat merasa dihargai, dan itu menciptakan energi positif,” ungkapnya.
Bupati SBS dikenal sebagai pemimpin yang selalu tampil sederhana, dekat dengan masyarakat, dan tanpa batasan protokoler.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
