Dalam kesempatan tersebut, SBS juga menyampaikan filosofi kepemimpinan yang ia gambarkan melalui anatomi manusia.
Menurutnya, posisi kepala harus menjadi pusat kendali yang mampu berbicara, melihat dan mendengar.
“Leher ke atas itu kepala, kepala ke bawah itu badan dan ada tangan ” ujarnya.
Ia kemudian menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh diam ketika menemukan kesalahan yang dilakukan bawahannya.
“Kepala harus omong, lihat dan dengar. Jangan diam kalau anak buahnya salah,” kata SBS.
Menurutnya, pemimpin harus mampu meluruskan kesalahan bawahannya agar organisasi dapat berkembang dan para pegawai semakin memahami tugasnya.
“Kepala itu kepercayaan,” ujarnya.
SBS menyampaikan bahwa filosofi kepemimpinan tersebut akan kembali dibahas dalam agenda workshop pada Oktober mendatang.
Ia meminta seluruh pejabat bekerja dengan baik dan menggunakan kepercayaan yang diberikan untuk menghasilkan pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Wabup: Pejabat Harus Jadi Teladan
Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu memberikan penekanan pada aspek keteladanan dan disiplin.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
