“Ini sebuah terobosan yang sangat baik. Sepengetahuan saya, baru pertama kali dilakukan di Malaka. Bahkan, kalau di NTT, baru Malaka yang melakukan langkah seperti ini,” ujar Melkianus.
Melkianus mengatakan, keterlibatan dinas teknis dalam proses pembenahan data menjadi hal penting karena informasi yang dimasukkan ke dalam Dapodik harus benar-benar menggambarkan kondisi sekolah di lapangan.
Berbagai kondisi sekolah, mulai dari bangunan, ruang kelas, tingkat kerusakan fasilitas, jumlah peserta didik hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan harus tercatat secara lengkap dan akurat.
Dengan demikian, pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai sekolah mana yang membutuhkan perhatian dan jenis intervensi apa yang diperlukan.
“Kalau datanya benar dan valid, maka kondisi sekolah kita bisa terbaca di kementerian. Ini tentu membuka peluang untuk mendapatkan program revitalisasi,” jelasnya.
Menurut pria kelahiran Malaka Barat tersebut, validitas data akan sangat menentukan ketika pemerintah daerah memperjuangkan berbagai program pendidikan ke tingkat pemerintah pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












