TIMORMEDIA.COM – Pemerintah terus mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang merata dengan menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) sebagai bagian dari strategi fiskal yang inklusif.
Berbagai program dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat, melindungi kelompok rentan, dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun 2025.
Bantuan ini bukan semata-mata pengeluaran, melainkan bentuk investasi jangka panjang demi kemakmuran bersama.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Arief Anshory Yusuf, mengungkapkan bahwa pemberian bansos harus dipandang sebagai bentuk investasi jangka panjang.
“Orang sering mengistilahkan bansos itu sebagai biaya, padahal itu adalah investasi. Tujuannya adalah agar kita bisa meraih pertumbuhan di masa depan, atau langsung mendorong pertumbuhan saat ini,” ujar Arief.
Ia menekankan bahwa kebijakan bantuan sosial saat ini sudah sejalan dengan arah pembangunan yang tertuang dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












